RESUME PKKMB Day 2



Ini lah hasil Resume saya dari 3 Pemateri yang Super Keren yang di adakan di PKKMB Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Day 2.


Tema : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Narasumber : Ainun Najib

Perguruan tinggi harus adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi agar tetap relevan, serta mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era penuh perubahan.

1. Pembelajaran Digital dan Online

  • Pemanfaatan e-learning, MOOC, dan webinar.
  • Belajar lebih fleksibel: kapan saja, di mana saja.
  • Akses pendidikan lebih inklusif dan efisien.

2. Kurikulum Berbasis Teknologi

  • Integrasi teknologi mutakhir: AI, Big Data, IoT.
  • Lahirnya program studi baru sesuai tuntutan industri.

3. Keterampilan Baru untuk Revolusi Industri 4.0

  • Fokus pada kesiapan menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.
  • Soft skills (kreativitas, kolaborasi, problem solving) menjadi kunci.

4. Infrastruktur Digital dan Kampus Modern

  • Penyediaan jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan software kolaboratif.
  • Terwujudnya ekosistem kampus digital.

5. Kolaborasi dan Kemitraan Global

  • Kerja sama dengan universitas, perusahaan, dan startup internasional.
  • Program riset bersama serta pertukaran mahasiswa dan dosen (fisik maupun virtual).

6. Evaluasi Berbasis Data

  • Penggunaan Learning Analytics untuk memantau kemajuan mahasiswa.
  • Pengambilan keputusan berbasis data untuk pengelolaan institusi.

7. Perguruan Tinggi sebagai Inovator

  • Bukan hanya mengajar, tetapi juga pusat inovasi dan riset terapan.
  • Pengembangan startup serta inkubator bisnis berbasis teknologi.

Tema : Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Pemateri : Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024

Korupsi adalah penyakit bangsa yang merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Memeranginya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda sebagai harapan bangsa.

Mengapa Generasi Muda Penting?

  • Masa Depan Bangsa : Akan menjadi pemimpin dan penentu arah Indonesia.
  • Energi & Inovasi : Kreatif, melek teknologi, mampu ciptakan solusi transparansi.
  • Pola Pikir Kritis : Berani menantang budaya korupsi.
  • Agent of Change : Memiliki kepentingan langsung mewarisi Indonesia yang bersih.

Integritas: Senjata Utama

  • Jujur, Konsisten, Bertanggung jawab, Adil, Berani, Mandiri.
  • Menolak suap, gratifikasi, dan gaya hidup instan.

Peran Generasi Muda dalam Anti Korupsi

  1. Mulai dari Diri Sendiri : jujur dalam keseharian, tolak pungli, hidup sederhana.

  2. Edukasi & Kesadaran : belajar, diskusi, kampanye di media sosial, ikut komunitas.

  3. Pemanfaatan Teknologi : awasi pemerintah via medsos, gunakan aplikasi transparansi, kembangkan inovasi digital.

  4. Pengawasan Partisipatif : awasi lingkungan, gunakan hak pilih, ikut forum musyawarah pembangunan.

  5. Menjadi Inspirasi : tunjukkan prestasi tanpa korupsi, berkarya nyata untuk bangsa.

Tema : Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Narasumber : KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur

Mahasiswa UNUSA adalah kader peradaban NU: menginternalisasi nilai Aswaja, menjadi moderat & toleran, serta mengembangkan tradisi intelektual untuk masa depan Indonesia yang adil, beradab, dan berkepribadian Islam.

1. Landasan Ideologis
  • Aswaja: paham Islam moderat berpegang pada Qur’an, Hadis, Ijma’, Qiyas.
  • An-Nahdliyah: corak NU dengan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, islah.
  • Ciri khas: moderat, menghargai perbedaan mazhab, berorientasi sosial.

2. Peran Mahasiswa UNUSA
  • Penjaga Tradisi Keilmuan : mempelajari kitab kuning secara kontekstual.
  • Agen Moderasi : menolak radikalisme, mengusung Islam rahmatan lil ‘alamin.
  • Pejuang Sosial : terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan advokasi isu kemanusiaan.
  • Inovator Tradisi : mengadaptasi nilai Aswaja untuk menjawab tantangan modern (hoaks, radikalisme digital, budaya lokal).

3. Implementasi di Kampus
  • Kurikulum wajib Aswaja & Ke-NU-an.
  • Kegiatan: kajian kitab, organisasi PMII/IPNU-IPPNU, festival budaya NU, kolaborasi dengan NU.

4. Tantangan
  • Globalisasi & radikalisme transnasional.
  • Disrupsi digital & hoaks.
  • Relevansi Aswaja bagi generasi muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME iConASET 2025 di Unusa

RESUME PKKMB DAY 1